Senin, 18 Mei 2015

Elegi

Manusia macam apa aku ini?
Masih punya muka untuk muncul di depan  publik.
Seolah tak punya telinga
Tak punya mata
Harusnya aku malu
Bahkan pada semut yang merayap
Terperangkap emosi sendiri
Melawan haru menahan perih
Bukan !
Bukan salah dia
Dia suci, bersih
Tapi kenapa takdir menuliskan dia beranak aku yang kotor?!
Kau tak menuliskan riwayatnya lebih buruk dari ini kan, Tuhan?
Aku mohon jangan ..
Adai aku bisa cuci noda itu
Noda yg tercoreng jelas diwajahnya
Nyawapun kujadikan bayaran