Awal pertemuan kita, tak pernah kuduga kamu akan menjadi pemeran utama dalam kisahku. Namun entah kenapa, sejak pandangan tak sengaja itu benakku dipenuhi oleh semua tentangmu. Bahkan setelah perpisahan menyakitkan itu, ahhh .. rasanya aku hampir gila. Aku heran, tak seharipun aku lewatkan tanpa memikirkanmu. Padahal belum tentu hal yang sama terjadi padamu. Bayangkan saja, aku masih bisa memikirkanmu disaat aku bersama orang lain, dan apapun bisa membuatku memikirkanmu meskipun hal itu tidak ada hubungaan langsung denganmu, gila bukan??? tapi semakin aku berusaha mengalihkan pikiranku, semakin banyak kenangan tentangmu yang bermain di pikiranku. Aku benci, kesal, kenapa masih saja ada kamu di otakku ?! Apa sih specialnya kamu dibandingkan yang lain??. Kalau ini yang dinamakan cinta, aku tidak mau jatuh cinta padamu jika aku tidak bisa memilikimu.
Ternyata Tuhan kasihan padaku, aku rasa sambil tersenyum Ia berkata, "Baiklah sayang, ini jawaban atas kesabaran dan kegundahanmu". Sedikit-sedikit Ia mulai memperlihatkan apa yang selama ini ku cari darimu, aku membutuhkanmu, dan ajaibnya kau juga membutuhkanku. Aku seperti terpanggil, dan yakin bahwa di sisimulah termpatku seharusnya. Bersamamu aku tenang, aku merasa dibutuhkan, merasa dicintai dan mencintai, rasanya gatal jika dalam sehari aku tidak bermesraan denganmu, hihihi. Apakah itu berarti akulah tulang rusukmu? Haha, sepertinya aku terlalu percaya diri untuk yang satu itu. Kadang aku masih merasa bahwa aku tidak cukup untukmu. Yah, karena aku bukan wanita yang sempurna jika dilihat dari segi manapun, tapi aku tetap merasa bersyukur karena Tuhan masih membiarkanku merasakan cinta.
Saat ini aku hanya bisa berdoa, semoga saja Tuhan menghendaki kita benar-benar bersama di jalan-Nya. Menjadikanmu satu untukku, dan meridhoiku sebagai satu-satunya milikmu. Aku akan merelakan hidupku untuk terus diganggu olehmu setiap hari, hahaha yah setidaknya akan lebih menyenangkan dan aku berterima kasih untuk itu :)
Salam penuh cinta,
Yang terganggu olehmu
